“Dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.”
II Tawarikh 7:14
Secara Umum DOA itu adalah komunikasi yang dilakukan seseorang kepada yang diakuinya ke Maha-annya. Apakah itu kepada Allah yang menciptakan langit dan bumi, patung, pohon dll. Semua orang, semua agama mengajarkan doa, tidak peduli kepada siapa dia berdoa. Tetapi pertanyaanya adalah apakah itu doa yang sesunguhnya, yang berkenan kepada Tuhan dan sebagai pengikut kristus bagaimana sebaiknya kita berdoa agar Bapa di Sorga berkenan kepada doa yang kita panjatkan. Karena banyak orang berdoa namun tidak memperoleh apa-apa dan tidak sekidik orang akhirnya kecewa kepada Tuhan bahkan yang paling ironisnya mereka tidak lagi percaya keberadaan Tuhan. Sehingga mereka menghalalkan semua cara, sampai akhirnya mereka lebih percaya kepada setan dan aktek-anteknya (dukun, ramal, orang pintar, dll.).
Jadi Doa orang benar adalah komunikasi yang dilakukan kepada Pencipta langit dan bumi (Bapa di Sorga) baik dalam bentuk permohonan karena kita tidak dapat mengerjakan sendiri , ucapan syukur dan penyembahan karena kita mengasihi Tuhan yang kita minta/panjatkan di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.
Doa bagaikan nafas kehidupan bagi setiap orang percaya. Berdoa kepada Allah adalah jalan keluar yang ditempuh untuk mengatasi kesulitan yang dialami. Karena diberkati orang yang mengandalkan Tuhan. Doa merupakan kunci utama bagi setiap orang percaya untuk bisa keluar dari berbagai macam kesulitan atau persoalan hidup. Sama seperti jemaat mula-mula mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa, sehingga setiap hari jumlah mereka dipertambahkan oleh Tuhan dan mereka disukai semua orang (KPR 2:42-47).
Sesungguhnya, di dalam doa terkandung rahasia yang amat indah dan luar biasa. Lebih dari itu, doa akan membuat diri kita bertumbuh di dalam Tuhan. Melalui doa pula kita dapat merasa dekat sekali dengan Dia. Sebab di dalam doalah kita bisa berkomunikasi, atau berbicara dengan Tuhan secara leluasa. Doa bisa diibaratkan dengan seorang anak yang sedang mengadukan segala persoalannya kepada sang ayah. Atau, bisa juga bagaikan seseorang yang sedang mengungkapkan seluruh isi hatinya kepada kekasih yang menjadi pujaan hatinya. Jika kita sungguh-sungguh mengasihi Dia, kita harus memberikan waktu khusus untuk berdialog dengan-Nya. Kita perlu menyediakan waktu untuk bercakap-cakap dengan Dia, tanpa diganggu oleh kesibukan ataupun orang lain. Inilah yang dimaksudkan dengan berdoa yang sebenarnya. Jadi, doa bukanlah sekedar suatu kebiasaan rutin atau kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap orang Kristen. Doa memiliki arti yang begitu penting dan memberikan kuasa yang amat luar biasa bagi setiap orang percaya.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam Doa :
1. Hidup di dalam Kristus
Semua orang bisa berdoa, namun dalam hal ini saya mau jelaskan doa orang benar, yaitu orang yang telah menerima Tuhan Yesus sebagai juru selamatnya pribadi. Kita kita telah menerima Roh yang menjadikan kita anak Allah. Roh itu akan berseru “ya Abba, ya Bapa!” (Roma 8: 14-15). Karena dengan penuh kenyakinan di saat kita berdoa di dalam nama Tuhan Yesus maka Bapa di Sorga akan memberikannya kepada kita untuk kemuliaan-Nya sendiri.
2. Hidup Dipimpin Oleh Roh
Karena semua orang yang dipimpin oleh Roh Allah adalah anak Allah, dan jika kita anak Allah, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang menerimanya bersama-sama dengan Kristus. Roh kudus akan membantu kita berdoa karena tidak tahu bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan (Roma 8: 26). Kalau kita hidup dipimpin oleh Roh Allah maka Roh kudus akan mengajari kita untuk berdoa dan doa itu penuh kuasa, akan ada kata-kata iman yang kita ucapkan yang akan ditaruhkan Roh kudus. Terkadang kata-kata yang kita ucapkan akan mengalir begitu saja dan topik doa yang kita doakan akan Tuhan taruh di hati dan mulut untuk dikumandangkan, sementara pikiran kita akan berfungsi untuk mengontrol dan merekan setiap doa yang kita ucapkan. Doa itu akan menjadi doa yang penuh kuasa, karena urapan Roh kudus memenuhi hidup kita saat berdoa.
Hidup dipimpin oleh Roh itu akan memberikan suatu udara baru menghembusi hidup rohani setiap orang percaya dan segala perkara lainnya dalam acara kita dengan Tuhan akan berjalan dalam suasana yang baru serta penuh dengan berkat.
3. Doa Harus Disertai Iman
Yakobus 5:15, dikatakan : “Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan ……………………, maka dosanya itu akan diampuni.” Dari ayat ini dapat dikatakan bahwa setiap orang percaya berdoa, maka dia harus doa dengan beriman. Seringkali kita mengira bahwa doa-doa kita baru akan dikabulkan, jikalau kita berdoa dengan berlutut di tanah atau seperti yang diperbuat oleh mereka yang hidup dalam Perjanjian Lama yaitu tersungkur dengan muka mencium tanah. Doa yang lahir dari iman atau doa yang dipanjatkan dengan keyakinan penuh yang lahir dari iman itu sangat besar kuasanya, maka segera dapat kita ketahui bahwa ada doa-doa yang tidak disertai iman, yang tidak benar, karena tidak dengan hati yang bersungguh-sungguh, maka doa demikian tidak ada khasiatnya. Bahkan Tuhan Yesus telah mengajar hal itu kepada murid-muridNya, yaitu bahwa doa yang berkuasa, adalah doa yang disertai iman. Doa demikian akan berhasil.
4. Doa Yang Jelas
“ ..... kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu untuk hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu (Yakobus 4: 2-3). Oleh karena itu jika kita berdoa kita harus meminta sesuai kehendak Tuhan. Doa juga bukan soal manisnya kata-kata, panjangnya doa, keras atau lembutnya suara kita tetapi doa haruslah dipanjatkan dengan sepenuh hati.
5. Berdoa Sambil Berpuasa
Tuhan Yesus juga mengajar kita untuk merendahkan diri dan berpuasa. Didalam berdoa ada yang perlu berpuasa dan ada juga yang tidak perlu puasa. Namun saat kita punya pergumulan, mendoakan orang sakit atau berdoa mengusir setan maka doa dengan berpuasa akan membawa kita masuk dalam pengurapan ilahi sehingga doa kita menjadi effektif dan Tuhan akan memberikan jalan keluar bagi kita. Jika kita berdoa untuk orang sakit atau mengusir setan maka akan ada otoritas dari Tuhan sehinga orang sakit itu di sembuhkan dan yang terikat dilepaskan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar