JAMINAN HIDUP ORANG BENAR
” Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada
segala perintah-Nya. Anak cucunya akan perkasa di bumi; angkatan orang benar akan diberkati. Harta dan kekayaan ada dalam rumahnya, kebajikannya
tetap untuk selamanya.”
(Mazmur 112 : 1-3)
Setiap memulai tahun yang baru manusia berupaya agar dapat melakukan atau mendapat apa yang dirasa ” belum ” pada tahun sebelumnya, baik belum cukup, belum terwujud, belum dimiliki, belum dilakukan dsb, semua yang ”belum” ini tentunya berbeda seturut dengan motivasi dan harapan dari masing-masing orang.
Berbagai upaya juga dilakukannya untuk mendapatkan rasa aman dan nyaman sehingga tidak sedikit orang berupaya untuk mencapai rasa aman dan nyamannya tersebut dengan melalui ukuran perkonomiannya, tidak jarang ukuran tingkat perekonomian juga digunakan untuk mendapat pengakuan ditengah masyarakat. Manusia selalu membutuhkan rasa aman dan nyaman, baik untuk masa sekarang maupun masa depannya, baik di dunia ini maupun di balik kematiannya, tidak terkecuali untuk motivasinya beragama. Tetapi apakah yang dapat menjadi jaminan yang pasti dan tidak berubah bagi kita untuk mendapatkannya? Terlebih lagi bagi kita yang berupaya untuk hidup dengan benar, tulus, dan jujur, di tengah dunia yang fasik ini, dimana justru orang-orang fasiklah yang nampaknya dapat bertumbuh dengan subur? Daud dalam Mazmur mengungkapkan rahasia masa depan orang benar, yang hidup dengan jujur, tulus, dan menyukai damai (Mazmur 112:1-6).
Tahun ini tentunya kita masing-masing memiliki harapan-harapan dan tujuan-tujuan yang yang ingin dicapai. Manusia kerap khawatir terhadap akan segala sesuatu yang belum . Karena memang kita harus diperhadapkan oleh pergumulan yang semakin sulit untuk mempertahankan kehidupan kita baik secara jasmani maupun rohani, di dunia yang bukannya semakin baik melainkan semakin jahat tetapi bagi orang benar tidak takut kepada kabar celaka, hatinya tetap, penuh kepercayaan kepada TUHAN (Mazmur 112:7).
Orang benar tidak perlu kuatir akan masa depan, pada pergumulan apapun termasuk apa yang akan kita makan atau kita pakai sesungguhnya ada jaminan yang pasti bagi kita selama kita di dunia (Matius 6:25). Jaminan ini bahkan berlaku senantiasa dan selama-lamanya, melintasi hidup dan menembus kematian sampai kelak kita akan bertemu muka dengan muka dengan Dia selamanya di sorga, bahwa ke tempat Dia sekarang berada kita akan mengikuti-Nya, tentunya apabila kita mengalami persekutuan yang baik dengan Dia dalam roh dan kebenaran, sehingga kita mengenalnya bahwa Dia;
· Tidak akan meninggalkan orang yang dikasihi-Nya.
· Tempat perlindungan orang benar pada waktu kesesakan.
· Dialah yang menyelamatkan, menolong, dan meluputkan orang benar dari tangan orang fasik.
· Ia tidak akan menyerahkan dan membiarkan orang benar -yang mengucapkan hikmat, mengatakan keadilan hukum dan memiliki Taurat di dalam hatinya - ke dalam tangan orang fasik, ataupun membiarkannya goyah dan dipersalahkan.
*Maz 37 : 26 - 40
”Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?” (Rom 8:35)
Jaminan seperti ini bukanlah milik orang fasik, yang tidak menemukan persekutuan dengan Tuhan. Walaupun mereka nampak bertumbuh mekar seperti pohon aras yang gagah dan sombong, namun akan dibinasakan dan dilenyapkan Tuhan bersama masa depan dan anak cucu mereka. Betapa tragisnya masa depan yang tiada pengharapan karena kesudahannya adalah kebinasaan.
Jaminan hidup ini hanya diberikan kepada orang benar yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya, sehingga anak cucunya diberkati oleh Tuhan dan tidak akan pernah kekurangan (Mazmur 112:1-3).
Bagi umat Tuhan masa kini, mungkin Roma 8:31-39 bisa melegakan kita. Kasih Allah yang sudah memperdamaikan kita dengan diri-Nya menjadi jaminan pemeliharaan-Nya atas hidup kita di dunia ini. Lagi, ujaran Yesus di Matius 10:29-31 adalah jaminan pemeliharaan-Nya. Dalam ketaatan mengikut Yesus, maka seluruh hidup kita ada di bawah kendali dan kedaulatan-Nya. Termasuk kalau harus martir pun, itu adalah di dalam perlindungan Allah.
Adakah tahun lalu Anda merasakan relasi Anda dengan Tuhan belum cukup, belum sempat dilakukan atau bahkan belum dimiliki, sehingga hal tersebut menjadi salah satu kerinduan Anda tahun ini. ;-)